Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Samudra menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Riset BIMA: Arah, Peluang dan Strategi Kolaborasi Penelitian” pada 13 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Syarizal Fonna, Guru Besar dari Departemen Teknik Mesin dan Industri Universitas Syiah Kuala.

Kuliah umum ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Ir. Lely Masthura, S.T., M.Eng, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan peran riset di perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tema kuliah umum ini sangat relevan dengan peran perguruan tinggi di tengah percepatan perubahan teknologi, ekonomi, lingkungan, maupun sosial.
“Tema kuliah umum ini sangat relevan dengan peran perguruan tinggi saat ini. Di tengah percepatan perubahan teknologi, ekonomi, lingkungan maupun sosial, kita dituntut untuk menjadikan riset bukan hanya sebagai luaran akademik, tetapi alat strategis untuk menjawab kebutuhan daerah, memperkuat daya saing, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Karena itu, kuliah umum ini mengajak kita untuk memikirkan tiga hal penting. Pertama, arah riset: riset apa yang paling relevan dan mendesak untuk mempercepat perkembangan perguruan tinggi serta bagaimana memastikan riset tersebut berpijak pada data, kebutuhan lapangan, dan kebijakan pembangunan daerah.
Kedua, peluang: peluang kolaborasi yang dapat dibangun antara universitas dengan pemerintah daerah, industri, komunitas, maupun lembaga riset lainnya, agar hasil riset tidak berhenti pada jurnal, tetapi menjadi rekomendasi kebijakan, inovasi produk, model pemberdayaan, maupun teknologi tepat guna.
Ketiga, strategi kolaborasi akademik: bagaimana FST Unsam dapat mengambil peran besar melalui riset lintas program studi dan lintas bidang ilmu, program matching dengan kebutuhan industri, pembentukan laboratorium dan pusat studi, peningkatan kapasitas publikasi dan paten, hingga mendorong mahasiswa terlibat dalam riset yang berdampak.
Semoga kegiatan kuliah umum ini memberi manfaat, memperluas perspektif, serta menjadi awal dari kerja kolaboratif yang lebih konkret untuk pengembangan fakultas kita.”

Sementara itu, dalam materi utamanya, Prof. Syarizal Fonna memaparkan arah kebijakan riset nasional yang mengacu pada Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017–2045 serta berbagai fokus prioritas riset, mulai dari pangan, energi baru dan terbarukan, kesehatan, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, pertahanan dan keamanan, material maju, kemaritiman, kebencanaan, hingga sosial humaniora.
Beliau juga menjelaskan berbagai skema penelitian yang dapat dimanfaatkan dosen dan peneliti, baik skema penelitian dasar maupun terapan, serta pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam meningkatkan kualitas dan hilirisasi hasil riset.
Kegiatan yang diikuti oleh dosen-dosen Fakultas Sains dan Teknologi ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang membahas peluang kolaborasi riset, penguatan proposal pendanaan, serta strategi meningkatkan luaran penelitian yang berdampak bagi pembangunan daerah dan nasional.
Melalui kuliah umum ini, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Samudra diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam mengembangkan riset yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat.